Berita
KCBI Lanjutkan Pelatihan CCD, Perkuat Pemahaman Dhamma dan Kepemimpinan Dhammaduta
Tuesday, 24 March 2026 12:00
Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) kembali melanjutkan program “Certified Communicator Dhammaduta (CCD)” pada pertemuan kedua yang dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Maret 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Buddhis, khususnya dalam bidang komunikasi Dhamma, dan kembali dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menyampaikan ajaran Buddha secara efektif, sistematis, dan kontekstual. Tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara di depan umum, pelatihan CCD juga menekankan pada penguasaan materi Dhamma serta pembentukan karakter Dhammaduta yang berintegritas dan berwawasan luas.
Pada sesi pertama, Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera (Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., BKP) menyampaikan materi mengenai Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Mulia Berunsur Delapan, serta pengenalan meditasi dasar. Beliau menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap ajaran pokok Buddha sebagai fondasi dalam menyampaikan Dhamma. “Seorang Dhammaduta harus memahami inti ajaran Buddha secara utuh, sehingga mampu menyampaikan kebenaran Dhamma dengan tepat dan memberikan manfaat bagi umat,” ungkapnya.
Selanjutnya, Bapak Dr. Joko Santoso, S.Ag., M.M. membawakan materi mengenai manajemen organisasi dan kepemimpinan vihara, serta sejarah kehidupan Buddha Gautama. Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang baik menjadi kunci dalam mengembangkan organisasi keagamaan. “Seorang pemimpin vihara tidak hanya mengelola organisasi, tetapi juga menjadi teladan dalam menjalankan nilai-nilai Dhamma di tengah masyarakat. Selain itu, pemimpin juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang serba digital, serta menyiapkan kaderisasi kepemimpinan melalui proses regenerasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Dr. Th. Yuriani, M.Pd. yang mengangkat tema metodologi pengajaran Dhamma interaktif dan psikologi penceramah. Ia menjelaskan bahwa metode penyampaian yang menarik dan interaktif sangat penting dalam menjangkau berbagai lapisan umat. “Penceramah harus memahami psikologi audiens agar pesan Dhamma dapat diterima dengan baik dan memberikan dampak yang mendalam,” jelasnya.
Adapun Bapak Dr. Sapardi, S.Ag., M.Hum. menyampaikan materi tentang moderasi beragama dalam konteks kebangsaan, serta hukum karma dan kelahiran kembali. Ia menekankan pentingnya sikap moderat dan bijaksana dalam kehidupan beragama. “Pemahaman terhadap hukum karma dan kelahiran kembali harus diimbangi dengan sikap toleransi dan kebijaksanaan, sehingga mampu memperkuat harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya. Melalui pertemuan kedua ini, KCBI berharap para peserta semakin siap menjadi Dhammaduta yang kompeten, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi umat Buddha di Indonesia
KCBI