Memuat

Harap tunggu beberapa saat
kami menyiapkan semuanya untuk Anda!

Berita

KCBI Hadiri Sannipata Nusantara 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Perdamaian Dunia

Friday, 19 June 2026 12:00

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Sannipata Nusantara 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai pandangan, membangun keselarasan, dan mencari titik temu sebagai ikhtiar bersama menjaga perdamaian dunia. Hal tersebut disampaikannya pada Sannipata Nusantara 2026 bertema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
 
Menurut Menag, Sannipata merupakan pertemuan suci yang mengandung makna persatuan dan ikhtiar bersama untuk memperbaiki berbagai ketidaksesuaian yang terjadi dalam kehidupan sosial.

"Sannipata itu kita bersatu, berjumpa untuk memperbaiki suatu keadaan yang lebih baik. Ketidakstabilan, kegoncangan, ketidakselarasan, ketidaksesuaian sistemik, maka diperlukan semacam Sannipata," ujarnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa kehidupan masyarakat tidak lepas dari berbagai perbedaan pandangan. Karena itu, diperlukan ruang untuk membangun dialog, mempertemukan wawasan, dan mencari kesamaan demi terciptanya kehidupan yang harmonis.

"Tidak ada orang yang sempurna 100 persen, tetapi juga tidak ada orang yang sempurna kesalahannya 100 persen. Karena itu lebih baik kita mencari titik temu daripada mencari titik perbedaan," katanya.

Menag juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk mengaktualisasikan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.

"Waisak bukan sekadar ritual tahunan, bukan sekedar perayaan selesai saat lilin di altar dipadamkan. Makna Waisak yang sesungguhnya adalah tentang bagaimana kita menghubungkan dhamma dalam kehidupan kita," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Menag menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Walubi, Permabudhi, dan seluruh panitia atas suksesnya penyelenggaraan Vesākha Sānanda 2026 yang menghadirkan berbagai kegiatan spiritual, sosial, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menjelaskan bahwa Sannipata Nusantara 2026 merupakan puncak rangkaian Vesākha Sānanda 2570 B.E. yang telah berlangsung sepanjang Mei 2026 melalui rangkaian kegiatan keagamaan, aksi sosial, edukasi, dan pelestarian lingkungan.

"Momentum ini adalah kesempatan berharga bagi umat Buddha Indonesia untuk memperkuat persatuan, memperkokoh kontribusi, serta mendukung program Kementerian Agama dan Asta Cita Presiden," ujar Supriyadi.

Ia menambahkan, tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kolaborasi antar lembaga, serta meneguhkan kontribusi umat Buddha Indonesia dalam menjaga kerukunan dan perdamaian dunia.

Pesan perdamaian dan nilai-nilai Dhamma juga disampaikan melalui pendekatan seni budaya. Sebagai bagian dari penyampaian pesan Waisak, Sannipata Nusantara 2026 menghadirkan drama musikal Lutung Kasarung yang mengangkat nilai-nilai kebajikan, ketulusan, kesabaran, pengorbanan, serta kemenangan kebaikan yang dikemas dalam kekayaan seni dan budaya Nusantara.

Menag menilai penyampaian pesan Dhamma melalui pertunjukan tersebut menjadi pendekatan yang relevan dan kreatif. Menurutnya, nilai-nilai luhur Dhamma perlu dihadirkan secara dekat dengan kehidupan masyarakat dan kekayaan budaya bangsa.

"Nilai-nilai luhur Dharma tidak melayang di awan dan menjadi teori yang rumit, melainkan membumi dan menyatu dengan kekayaan Nusantara," pungkasnya.

Turut hadir dalam Sannipata Nusantara 2026 jajaran Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) sebagai bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat persatuan umat Buddha serta meneguhkan nilai-nilai Dhamma dalam menjaga perdamaian dunia. Kehadiran KCBI juga menjadi wujud komitmen organisasi dalam mendukung program-program pembinaan umat Buddha yang sejalan dengan semangat moderasi beragama, kerukunan, dan kebangsaan.

Delegasi KCBI yang hadir antara lain Ketua Harian DPP KCBI Eric Fernando, S.I.P., M.Si., Deputi Bidang Pelatihan DPP KCBI Sandy, S.E., Deputi Bidang Publikasi DPP KCBI Winson, Anggota DPD KCBI DKI Jakarta Indra Surianto, S.T., M.T., Anggota DPD KCBI DKI Jakarta Noni Moachi, S.Sos., S.Pd., M.A., serta Sekretaris Eksekutif Kantor DPP KCBI Buana Bhakti Al-Fatah, S.P. Kehadiran para pengurus tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan Buddha dengan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis, damai, dan berkeadaban di Indonesia maupun dunia.