Memuat

Harap tunggu beberapa saat
kami menyiapkan semuanya untuk Anda!

Berita

KCBI Hadiri Perayaan Tjong Tjoe Phia & Setjangkir Teh, Dukung Pelestarian Budaya Cina Benteng

Saturday, 26 September 2026 07:00

Tangerang, 26 September 2026 – Cide Kode Benteng kembali menghadirkan perayaan Tjong Tjoe Phia & Setjangkir Teh dengan mengusung tema “A Timeless Journey of Heritage”, yang diselenggarakan di Rumah Kawin Lim Liang Hok, Tangerang.

Tema kali ini menegaskan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang terus dijaga, dihidupkan, dan diwariskan kepada generasi penerus. Cide Jessica Yulistin selaku Ketua Panitia menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya Cina Benteng, salah satunya melalui perayaan Tjong Tjoe Phia & Setjangkir Teh.

“Perayaan Tjong Tjoe Phia & Setjangkir Teh sendiri merupakan sarana guna memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan antarmasyarakat melalui kegiatan yang bersifat partisipatif tanpa memandang suku, agama, dan ras, karena acara ini kami buka untuk umum dan dapat dinikmati bersama,” ujar Cide Jessica Yulistin, Ketua Panitia.

“Kami Cide Kode Benteng yang berpegang pada tiga pilar, yaitu Berbudaya, Nasionalis, dan Humanis, menjadikan acara ini sebagai bukti nyata dalam mendukung upaya pelestarian budaya Cina Benteng agar tetap eksis, berkembang, dan relevan di era modern. Maka dari itu, dalam acara ini kami tidak hanya menyuguhkan kue bulan, tetapi juga menghadirkan pertunjukan spesial berupa Drama Musikal, Mini Gallery, dan Gambang Kromong,” ujar Kode Angga Juliawan, Penanggung Jawab Acara.

“Saya melihat acara ini memiliki peluang yang besar karena mampu menjadi wadah untuk mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya Cina Benteng yang masih hidup di tengah masyarakat,” jelas Bapak Supendi, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Bidang Budaya DISBUDPAR Kota Tangerang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, mewakili Dewan Pengurus Pusat Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (DPP KCBI), Ibu Alisa, S.Ak. Kehadiran KCBI menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya serta penguatan nilai kebersamaan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Ibu Alisa, S.Ak., mewakili DPP KCBI, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya memiliki peran penting dalam menjaga identitas sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.

“KCBI mengapresiasi terselenggaranya perayaan Tjong Tjoe Phia & Setjangkir Teh sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Pelestarian budaya bukan hanya tentang mempertahankan tradisi, tetapi juga meneruskan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap warisan leluhur, serta keharmonisan kepada generasi berikutnya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” ujar Ibu Alisa, S.Ak.

Dari berbagai pihak, acara ini dipandang sebagai bentuk nyata komitmen Cide Kode Benteng dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Cina Benteng. Melalui kegiatan seperti ini, budaya Cina Benteng memiliki peluang untuk tetap hidup, berkembang, serta relevan di tengah masyarakat dan generasi modern.

Tentang Perayaan Tjong Tjoe Phia & Setjangkir Teh

Kue bulan merupakan salah satu bentuk akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya lokal Indonesia, khususnya masyarakat Cina Benteng. Berbentuk bulat seperti bulan purnama dan menggunakan pangan lokal seperti durian, cempedak, dan nanas sebagai isian, kue bulan menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur kepada Tian serta bumi atas hasil panen yang berlimpah.

Perayaan yang dilakukan pada Peh Gwee Cap Go, atau tanggal 15 bulan kedelapan Imlek, juga menjadi momentum untuk berkumpul bersama keluarga dan masyarakat sambil menikmati kue bulan dan teh di bawah rembulan. Keunikan lainnya, kue bulan Cina Benteng umumnya diproduksi hanya setahun sekali pada waktu yang dianggap baik, sehingga keberadaannya menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan budaya masyarakat Cina Benteng.