Memuat

Harap tunggu beberapa saat
kami menyiapkan semuanya untuk Anda!

Berita

KCBI Hadiri Bedah Buku "Perjuangan Sang Musafir", Perkuat Dialog Lintas Iman untuk Lingkungan

Saturday, 17 October 2026 12:00

Jakarta, 17 Oktober 2026 — Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) memenuhi undangan Ikatan Keluarga Katolik Sumatera Utara (IKKSU) Jabodetabek dan Yayasan Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Ordo Kapusin Provinsi Medan untuk menghadiri peluncuran dan bedah buku "Perjuangan Sang Musafir: Refleksi, Kepedulian dan Gerakan Merawat Rumah Bersama". Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rimbawan II, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Sabtu pagi ini mempertemukan tokoh lintas agama, unsur pemerintah, akademisi, dan pegiat lingkungan dalam satu ruang dialog tentang krisis ekologis dan tanggung jawab moral manusia terhadap alam.

Buku ini ditulis oleh Pastor Walden Sitanggang, OFMCap dan Pastor Supriyadi Pardosi, OFMCap bersama para pastor, frater, dan suster yang mendampingi masyarakat adat di kawasan Tapanuli Raya. Berangkat dari keprihatinan atas perubahan iklim, kerusakan hutan, banjir, dan tanah longsor yang kian sering terjadi, buku ini merangkum refleksi tentang kemanusiaan, keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan, sekaligus mendorong aksi nyata pemulihan lingkungan. Diskusi dipandu Prisca Niken dengan penanggap Romo Agustinus Heri Wibowo, Maria Ratnaningsih, dan Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Romo Simon Petrus Lili Tjahyadi.

Ketua Panitia, Protasius Siboro, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang perjumpaan, bukan sekadar seremoni peluncuran. "Buku ini lahir dari pengalaman lapangan, dari hutan dan kampung-kampung di Tapanuli. Kami ingin kisah itu didengar lebih luas dan menjadi bahan refleksi bersama, lintas iman dan lintas sektor, karena kerusakan alam adalah persoalan kita semua," ujarnya.

Ketua Umum IKKSU Jabodetabek, Lodewijk Sihite, menegaskan bahwa diaspora Sumatera Utara memiliki tanggung jawab moral terhadap tanah asalnya. "Kami yang hidup di perantauan tidak boleh tercerabut dari kampung halaman. Ketika hutan di Tapanuli rusak dan masyarakat adat terdesak, itu juga panggilan bagi kami untuk bersuara dan bertindak. Merawat lingkungan adalah wujud iman yang paling konkret," katanya.

Ketua Yayasan KPKC Kapusin Medan, Pastor Moses Elias Situmorang, OFMCap, menekankan dimensi spiritual dari gerakan ekologis. "Sang musafir dalam buku ini adalah gambaran manusia yang berjalan bersama alam, bukan menguasainya. Perjuangan menjaga keutuhan ciptaan tidak bisa dilepaskan dari perjuangan keadilan bagi mereka yang paling rentan, yaitu masyarakat adat dan kaum kecil yang hidupnya bergantung pada hutan," tuturnya.

Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Dr. Rosa Vivien Ratnawati, S.H., M.S.D., mengapresiasi peran komunitas keagamaan dalam agenda lingkungan nasional. "Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tokoh dan komunitas agama memiliki kekuatan moral untuk mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Inisiatif seperti buku ini memperkuat kolaborasi yang kita butuhkan untuk menghadapi krisis iklim," ungkapnya.

Ketua Bidang Pertanian dan Lingkungan Hidup DPP KCBI, Aman Syarief (Chang Yuan Mann), MBA, menghadirkan perspektif Buddhis dalam diskusi tersebut. "Dalam ajaran Buddha, kita mengenal paticcasamuppada, hukum saling keterkaitan. Tidak ada yang berdiri sendiri; kerusakan hutan di satu tempat akan berdampak pada kehidupan di tempat lain. Karena itu, welas asih (karuna) tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada seluruh makhluk dan alam yang menopang kehidupan. KCBI siap berjalan bersama saudara-saudara lintas iman dalam gerakan merawat rumah bersama ini," jelasnya.

Kehadiran KCBI dalam kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi untuk terlibat aktif dalam dialog lintas agama serta isu-isu kemanusiaan dan lingkungan hidup. Selain Aman Syarief (Chang Yuan Mann), MBA, perwakilan KCBI yang hadir adalah Deputi Bidang Publikasi DPP KCBI, Winson, serta Anggota DPD KCBI DKI Jakarta, Noni Moachi, S.Sos., S.Pd., M.A. KCBI berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam forum ini dapat berlanjut menjadi aksi nyata bersama demi kelestarian lingkungan dan keutuhan ciptaan.