Memuat

Harap tunggu beberapa saat
kami menyiapkan semuanya untuk Anda!

Berita

KCBI Dukung Eco Enzyme Advance Class, Perkuat Edukasi dan Kepedulian terhadap Lingkungan Berkelanjutan

Sunday, 27 September 2026 09:00

JAKARTA – Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) turut mendukung penyelenggaraan Eco Enzyme Advance Class yang digelar oleh Bodhgaya Indonesian Temple pada Minggu, 27 September 2026, bertempat di Ruang Bromo, Pusat Niaga JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan ekoenzim dari berbagai perspektif. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, doa pembuka, menyanyikan lagu Indonesia Raya, seremonial oleh sejumlah pejabat, serta pemukulan gong sebagai tanda resmi dibukanya seminar yang dilanjutkan dengan foto bersama.

Ketua Panitia Juny Leong menyampaikan bahwa Eco Enzyme Advance Class diharapkan tidak sekadar menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong masyarakat menerapkan kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai ekoenzim dan berbagai pemanfaatannya. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan, apabila dilakukan secara konsisten, dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Juny Leong.

Turut hadir Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Suliarna, S.Ag., M.Pd., yang mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan edukatif tersebut. “Kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kegiatan seperti Eco Enzyme Advance Class memiliki nilai positif karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengajak masyarakat membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan melalui tindakan nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suliarna. Setelah rangkaian seremonial, kegiatan turut dimeriahkan dengan penampilan Panna Sikkha Worship melalui lagu Sungguh Indah dan Hadirkan Cinta, serta penampilan Eco Enzyme Dance.

Memasuki sesi utama, dr. Yasavati Kurnia, M.Sc., yang juga merupakan Dewan Penyantun DPP Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI), membawakan materi bertajuk “Bukti Ilmiah Pemanfaatan Ekoenzim untuk Scabies dan Infeksi Sekundernya.” Pemaparan tersebut mengangkat pemanfaatan ekoenzim dari perspektif ilmiah, khususnya berkaitan dengan scabies dan infeksi sekunder yang dapat menyertainya. Sesi berikutnya menghadirkan Priti Rao, Founder of Bio Enzyme Entrepreneurs Academy of India (BEAI), melalui materi bertajuk “The Gift We Give: Rethinking Our Culture of Consumption,” yang mengajak peserta meninjau kembali budaya konsumsi serta dampaknya terhadap lingkungan.

Perspektif ilmiah mengenai ekoenzim semakin diperkaya melalui pemaparan Prof. Dr. Ratu Safitri, M.S. dari Universitas Padjadjaran dengan materi bertajuk “Ecoenzim: Evaluasi Efisiensi Enzimatik dan Antimikroba melalui Eksplorasi Metagenomik untuk Pengelolaan Limbah Organik yang Berkelanjutan.” Peserta kemudian menyaksikan demonstrasi 20 produk turunan ekoenzim sebagai bagian dari pengenalan berbagai bentuk pemanfaatannya. Selepas istirahat makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dody dari Bandung dan Vera Tan dari Batam, Founder Eco Enzyme Indonesia (EEI), sebelum memasuki sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber.

Ketua Bidang Pertanian dan Lingkungan Hidup DPP KCBI, Aman Syarief/Chang Yuan Mann, M.B.A., menegaskan pentingnya membangun kesadaran lingkungan melalui edukasi dan kolaborasi yang berkelanjutan. “Persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Edukasi mengenai ekoenzim menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan praktik yang lebih peduli terhadap lingkungan. KCBI melalui Bidang Pertanian dan Lingkungan Hidup mendukung pengembangan pengetahuan dan kegiatan positif yang dapat mendorong masyarakat semakin bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Aman Syarief. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, praktisi, organisasi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas dampak berbagai gerakan pelestarian lingkungan.

Kegiatan Eco Enzyme Advance Class ditutup setelah berlangsungnya sesi tanya jawab bersama para narasumber dan peserta. Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara akademisi, praktisi, organisasi, dan masyarakat diharapkan terus berkembang dalam membangun kesadaran serta kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan. Dari jajaran DPP Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) turut hadir Ketua Bidang Pertanian dan Lingkungan Hidup DPP KCBI Aman Syarief/Chang Yuan Mann, M.B.A.; Deputi Bidang Pelatihan DPP KCBI Sandy, S.E.; serta Deputi Bidang Publikasi DPP KCBI Winson. Kehadiran jajaran KCBI tersebut menjadi bagian dari dukungan organisasi terhadap kegiatan edukatif dan kolaboratif yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.