Memuat

Harap tunggu beberapa saat
kami menyiapkan semuanya untuk Anda!

Berita

KCBI dan Universitas Buddhi Dharma Menyelenggarakan Sharing Knowledge “Penulisan Penelitian Berbasis Kecerdasan Buatan (AI)”

Saturday, 25 July 2026 12:00

Tangerang, 25 Juli 2026 — Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) bekerja sama dengan Universitas Buddhi Dharma (UBD) menyelenggarakan kegiatan Sharing Knowledge bertajuk “Penulisan Penelitian Berbasis Kecerdasan Buatan (AI)” pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Kampus UBD Tangerang dan daring melalui Zoom, dihadiri oleh dosen, mahasiswa, peneliti, serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan dalam penulisan karya ilmiah.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor I Bidang Akademik UBD yang juga bertindak sebagai moderator, Dr. Jeni Harianto, M.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) merupakan sebuah keniscayaan yang perlu disikapi secara bijak oleh insan akademik. Menurutnya, AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas riset, bukan untuk menggantikan proses berpikir kritis peneliti. “Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses pencarian literatur, penyusunan kerangka penelitian, hingga pengembangan ide, namun integritas akademik tetap harus dijaga,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP KCBI, Willy Wiyatno, Ph.D., menekankan pentingnya literasi digital di kalangan akademisi Buddhis Indonesia. Ia menilai bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi secara etis akan menjadi kompetensi krusial di masa depan. “KCBI berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas intelektual masyarakat Buddhis melalui berbagai program edukatif. Pemanfaatan AI harus dibarengi dengan tanggung jawab moral agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pakar DPP KCBI, Prof. Idris Gautama So, S.E., S.Kom., M.M., M.B.A., Ph.D., dalam sambutannya menyoroti perubahan lanskap penelitian akibat hadirnya kecerdasan buatan. Ia menjelaskan bahwa AI dapat mendukung peneliti dalam analisis data, pengelompokan informasi, serta identifikasi pola yang sebelumnya sulit ditemukan. “Teknologi AI membuka peluang besar bagi percepatan inovasi riset, namun kualitas penelitian tetap ditentukan oleh kedalaman analisis, ketepatan metodologi, dan integritas akademik penelitinya,” ungkapnya.

Sebagai narasumber utama, Riki, S.Kom., M.Kom., Ph.D., memaparkan berbagai strategi praktis penggunaan AI dalam penulisan penelitian. Materi yang disampaikan mencakup teknik penyusunan prompt yang efektif, pemanfaatan AI untuk pencarian referensi ilmiah, penyusunan tinjauan pustaka, hingga evaluasi struktur penulisan akademik. “AI bukanlah alat yang secara otomatis menghasilkan penelitian berkualitas. Pengguna tetap harus memahami konteks keilmuan, memverifikasi setiap informasi, dan memastikan hasil akhir tetap orisinal,” jelas Riki.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan diajukan, terutama terkait batasan etika penggunaan AI dalam penulisan skripsi, tesis, dan artikel jurnal, serta upaya menghindari plagiarisme dalam pemanfaatan teknologi tersebut. Panitia juga menyelenggarakan sesi praktik langsung agar peserta dapat mencoba berbagai fitur AI yang relevan dengan kebutuhan penelitian mereka.

Melalui kegiatan Sharing Knowledge ini, KCBI dan Universitas Buddhi Dharma berharap dapat mendorong terciptanya budaya riset yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa mengesampingkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas akademik. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber, moderator, dan MC, serta sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kolaborasi antara organisasi intelektual dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas penelitian di Indonesia