Berita
Gathering KCBI Perkuat Sinergi Kepengurusan Nasional dan Daerah dalam Membangun Organisasi
Saturday, 30 May 2026 12:00
Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) menggelar kegiatan Gathering KCBI 2026 di Grand Artos Hotel & Convention, Magelang, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antarpengurus sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dalam mewujudkan visi KCBI sebagai wadah cendekiawan Buddhis yang berintegritas, profesional, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) KCBI dari berbagai wilayah di Indonesia.
Rangkaian acara diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ketua Umum DPP KCBI, Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera (Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., BKP), kemudian dilanjutkan dengan pengarahan kepada seluruh peserta yang hadir. Suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan mewarnai jalannya kegiatan, yang menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, serta menyamakan persepsi mengenai arah dan strategi pengembangan organisasi ke depan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan DPD KCBI dari berbagai daerah, antara lain Ketua DPD KCBI Sumatera Utara, Bapak Ridwan, S.T., M.Pd., Ketua DPD KCBI Banten, Ibu Dr. Th. Yuriani, M.Pd., Ketua DPD KCBI DKI Jakarta, Bapak Tan Paul Kosasih, B.Sc., Ketua DPD KCBI Jambi, Bapak Hartadinata Winita, S.Kom., Wakil Ketua DPD KCBI Lampung, Bapak Wilson Anthony Chandra, S.T., M.M., Wakil Ketua DPD KCBI Jawa Tengah, Dr. Lery Prasetyo, M.A., Wakil Ketua DPD KCBI Jawa Barat, Bapak Apt. Nopiyanto, S.Farm. serta dihadiri pula Ketua STABN Raden Wijaya, Dr. Sulaiman Girivirya, Ph.D yang juga sebagai salah satu Dewan Pakar KCBI Kehadiran para pimpinan daerah tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat jejaring organisasi serta membangun kolaborasi lintas wilayah yang berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal DPP KCBI, Bapak Willy Wiyatno, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan komunikasi dan koordinasi merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan organisasi. Menurutnya, KCBI harus mampu menjadi ruang yang produktif bagi para cendekiawan Buddhis untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta menghasilkan kontribusi yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat. “KCBI harus terus menjadi wadah yang mampu menghimpun potensi intelektual umat Buddha serta membangun kolaborasi yang produktif demi kemajuan organisasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP KCBI, Bapak Karuna Murdaya, B.Sc., M.C.P., mengajak para cendekiawan Buddhis untuk berperan aktif dalam merumuskan gagasan-gagasan inovatif bagi pengembangan kehidupan keagamaan umat Buddha di Indonesia. Menurutnya, tantangan saat ini tidak hanya menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Dhamma agar semakin relevan dan dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari umat serta keluarganya. Oleh karena itu, ia mendorong anggota KCBI untuk memberikan masukan dan pemikiran strategis yang mampu melahirkan pendekatan-pendekatan baru sesuai perkembangan zaman, sekaligus turut memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan Kawasan Candi Muaro Jambi sebagai salah satu warisan peradaban Buddhis Indonesia. “Kita membutuhkan ide-ide segar dari para cendekiawan untuk menghadirkan Dhamma secara lebih kontekstual sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam kehidupan keluarga, pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP KCBI, Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera (Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., BKP), mengajak seluruh pengurus untuk terus mengembangkan semangat pelayanan yang berlandaskan nilai-nilai Dhamma. Beliau menekankan pentingnya integritas, kepemimpinan yang bijaksana, serta komitmen untuk terus belajar dalam menjalankan amanah organisasi. “Organisasi akan berkembang apabila setiap pengurus memiliki komitmen untuk belajar, bekerja sama, dan melayani dengan ketulusan. KCBI harus menjadi rumah bersama yang mampu melahirkan generasi cendekiawan Buddhis yang berkualitas dan berintegritas,” tuturnya.
Usai sesi pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session yang melibatkan anggota DPP dan DPD KCBI yang hadir. Dalam sesi tersebut, para peserta berbagi pengalaman organisasi, gagasan, serta berbagai praktik baik yang telah dilakukan di daerah masing-masing. Diskusi berlangsung secara dinamis dan konstruktif, mencerminkan semangat kolaborasi yang menjadi salah satu nilai utama dalam perjalanan organisasi. Melalui penyelenggaraan Gathering KCBI 2026 ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara seluruh jajaran pengurus sehingga KCBI dapat terus berkembang sebagai organisasi yang profesional, inklusif, dan berkontribusi bagi kemajuan umat Buddha serta bangsa Indonesia. Kegiatan ini ditutup dengan semangat kebersamaan yang semakin memperkokoh persaudaraan dalam keluarga besar KCBI, sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi organisasi yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada pengabdian bagi masyarakat.
KCBI