Berita
Dialog Bersama Menag, KCBI Teguhkan Komitmen Rawat Kerukunan di Tengah Ketidakpastian Global
Monday, 2 November 2026 12:00
Jakarta, 2 November 2026 — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (DPP KCBI), Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera (Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., M.Pd.B., BKP), menghadiri Dialog Kerukunan Lintas Agama bertema "Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri" bersama Menteri Agama Republik Indonesia (Menag), Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., di Rumah Dinas Menteri Agama, Jakarta, Senin. Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ini menjadi ruang bagi Kementerian Agama dan pimpinan organisasi keagamaan untuk bertukar pandangan mengenai kehidupan beragama di Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh lintas agama untuk terus memperkuat kerukunan dan memaknai ulang konsep toleransi beragama. Toleransi tidak lagi cukup dipahami sebatas kompromi atas perbedaan, tetapi perlu diarahkan pada penguatan dan pencarian persamaan antarumat.
Redefinisi ini dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat diplomasi religius (religious diplomacy) Indonesia yang berbasis hati nurani di tengah situasi global saat ini.
Menteri Agama juga meminta para pemimpin agama menyampaikan kepada umat bahwa Indonesia masih tergolong beruntung di tengah ketidakpastian global. Saat banyak negara mengalami kesulitan, ekspor Indonesia naik pesat dan impor menjadi lebih murah. Bahkan, sejumlah negara meminta pemerintah dan masyarakatnya mencontoh Indonesia. Karena itu, beliau mengajak umat untuk bersyukur karena Indonesia masih mampu bertahan di tengah kondisi dunia yang tidak menentu, menyikapi persoalan bangsa dengan baik, serta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
Di tengah situasi yang genting, termasuk hadirnya kecerdasan buatan super (artificial superintelligence), Menag mendorong umat beragama untuk lebih intensif memperkuat agama dan keyakinan masing-masing. Beliau juga mengingatkan agar umat beragama tidak dipandang enteng, serta mengajak para pimpinan agama untuk saling menertibkan umatnya masing-masing.
Menanggapi arahan tersebut, Bhikkhu Dhammavuddho Thera menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang dibangun Kementerian Agama dalam suasana kekeluargaan. Beliau menilai ajakan untuk memperluas persamaan sejalan dengan ajaran Buddha tentang cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna).
"Setiap agama memiliki kebaikan yang dapat menjadi titik temu. Kami di KCBI siap meneruskan pesan Bapak Menteri kepada umat Buddha agar senantiasa bersyukur, menjaga ketenangan, dan bersama-sama merawat kerukunan bangsa," ujarnya.
Dialog tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar dan Ismail Cawidu, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah Amir, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis Hanafi, Direktur Jaminan Produk Halal M Fuad Nasar, serta perwakilan organisasi keagamaan, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan komunitas umat Buddha. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta.
KCBI