Memuat

Harap tunggu beberapa saat
kami menyiapkan semuanya untuk Anda!

Berita

Dari Jambi untuk Dunia: Dirjen Buddha, KCBI dan Umat Buddha Jambi Gaungkan Candi Muaro Jambi sebagai Living Monument

Tuesday, 31 March 2026 12:00

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI bersama KCBI dan majelis/lembaga Buddhis di Jambi menegaskan komitmen untuk mendorong Candi Muaro Jambi sebagai living monument. Komitmen ini mengemuka dalam kegiatan “Ngopi Kerukunan Intern Umat Buddha: Dari Muaro Jambi Untuk Kito” yang digelar di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi pada Selasa, 31 Maret 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI Bapak Drs. Supriyadi, M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan Muaro Jambi tidak cukup hanya berfokus pada pelestarian fisik semata. “Muaro Jambi harus menjadi living monument, bukan hanya dijaga, tetapi dihidupkan melalui praktik keagamaan, pendidikan, dan aktivitas budaya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Bapak Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I menyampaikan bahwa kerukunan umat Buddha di Jambi menjadi fondasi penting dalam mendorong pengembangan kawasan ini. Ia menekankan bahwa sinergi antarumat dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar Muaro Jambi dapat dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Senada dengan itu, Pembimbing Masyarakat Buddha Provinsi Jambi Bapak Dr. Wiswadas, S.Ag., M.Si, menyoroti pentingnya peran umat dalam menghidupkan kawasan candi. “Kegiatan keagamaan seperti Waisak, retret meditasi, dan pembinaan umat harus menjadi denyut kehidupan di Muaro Jambi, sehingga tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga pusat spiritual,” jelasnya.

Dari sisi pelestarian, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Bapak Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.M, menyampaikan bahwa upaya pelindungan kawasan harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan. “Pelestarian tidak berarti membatasi, tetapi mengelola secara bijak agar nilai sejarah tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Muaro Jambi Bapak Firdaus, S.Ag., M.M, menekankan pentingnya pengembangan pariwisata berbasis pengalaman. Menurutnya, wisatawan harus memiliki alasan untuk tinggal lebih lama melalui paket wisata terpadu, festival budaya, serta penguatan ekosistem UMKM di sekitar kawasan.

Turut hadir dari DPP Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) yakni Bendahara Umum DPP KCBI Bapak Kenneth Suhadi Purnama, M.M.; Ketua Harian DPP KCBI Bapak Eric Fernardo, S.I.P., M.Si.; Ketua DPD KCBI Provinsi Jambi Bapak Hartadinata Winita, S.Kom beserta pimpinan majelis/lembaga lainnya. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan sepakat bahwa Muaro Jambi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan peluang masa depan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan semangat kebersamaan, Candi Muaro Jambi diharapkan dapat berkembang menjadi pusat peradaban Buddhis dunia, destinasi wisata unggulan, serta simbol kerukunan umat beragama di Indonesia.