Berita
Audiensi dengan Dirjen Bimas Buddha, KCBI Luncurkan Jurnal Teratai Cendekia sebagai Jembatan Kearifan Buddhis dan Dunia Akademik
Monday, 26 October 2026 03:00
Jakarta, 26 Oktober 2026 – Upaya memperkuat tradisi keilmuan Buddhis di Indonesia memasuki babak baru. Dewan Pengurus Pusat Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (DPP KCBI) memperkenalkan Teratai Cendekia: Journal of Education, Technology, and Social Sciences dalam audiensi bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, M.Pd., di Kantor Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Jakarta, Senin (26/10). Pertemuan ini menjadi langkah strategis KCBI untuk memperoleh arahan dan dukungan pemerintah dalam memperluas jangkauan jurnal tersebut ke Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha dan Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) di seluruh Indonesia.
Teratai Cendekia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh KCBI sebagai wadah bagi para cendekiawan dan peneliti Buddhis untuk mengembangkan serta menyebarluaskan karya ilmiah. Jurnal ini hadir untuk memperkuat wacana akademik yang menjembatani kebijaksanaan Buddhis dengan perkembangan kontemporer dalam bidang pendidikan, teknologi, dan ilmu sosial, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Kehadirannya diharapkan dapat mendorong partisipasi akademisi, dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam pengembangan penelitian serta publikasi ilmiah.
"Atas nama KCBI, kami berterima kasih kepada Direktur Jenderal Bimas Buddha atas arahannya. Teratai Cendekia kami hadirkan untuk menjadi platform jurnal ilmiah terkemuka yang mengintegrasikan kebijaksanaan Buddhis dengan bidang pendidikan, teknologi, dan ilmu sosial, serta berkontribusi terhadap keunggulan akademik dan pengembangan manusia secara holistik," ujar Ketua Umum DPP KCBI, Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera/Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., M.Pd.B., BKP.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bidang Teknologi Informasi DPP KCBI sekaligus inisiator Jurnal Teratai Cendekia, Jaka Hartanto, S.Kom., M.M., memaparkan profil dan arah pengembangan jurnal. Menurutnya, KCBI melihat kebutuhan yang terus tumbuh akan wacana ilmiah yang menjembatani kearifan Buddhis dengan pendidikan, teknologi, dan ilmu sosial kontemporer. "Jurnal ini bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu Education, Technology, dan Social Sciences, dengan 13 kategori bidang kajian. Standar akademiknya meliputi double-blind peer review, open access dengan lisensi CC BY-SA 4.0, serta pemeriksaan anti-plagiarisme," jelasnya.
Jaka menambahkan bahwa sosialisasi Teratai Cendekia juga menjangkau institusi pendidikan tinggi Buddha di luar negeri. "Surat untuk perguruan tinggi Buddha di dalam dan luar negeri, dari Myanmar, Sri Lanka, Thailand, hingga India, didistribusikan melalui sejumlah tokoh dan pengurus KCBI. Kami mengundang para cendekiawan, peneliti, dosen, dan praktisi untuk mengirimkan naskah bagi edisi perdana paling lambat Desember 2026 melalui terataicendekia.org," tuturnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Direktur Jenderal Bimas Buddha Drs. Supriyadi, M.Pd. menyambut baik inisiatif KCBI dan memberikan sejumlah arahan. "Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada KCBI yang telah menginisiasi Jurnal Teratai Cendekia sebagai ruang untuk mewadahi karya ilmiah umat Buddha. Selama ini para peneliti dan akademisi Buddhis masih jarang tampil. Padahal banyak kekayaan keilmuan kita, seperti ekonomi Buddhis dan usada, yang belum banyak ditulis dan diperkuat secara akademik. Sejalan dengan arahan Bapak Menteri Agama, kami berharap jurnal ini menerapkan open access: artikelnya dibuka luas, bukan hanya abstraknya, sehingga berbagi ilmu itu menjadi berkah dalam kehidupan," ujarnya.
Lebih lanjut, Dirjen mendorong keterlibatan berbagai unsur pendidik dan pembina umat Buddha dalam penulisan karya ilmiah. "Kami juga mendorong para dosen, guru, dan penyuluh agama Buddha untuk aktif menulis, termasuk riset berbasis masyarakat yang mengangkat kekhasan agama dan budaya Indonesia yang belum banyak terekspos. Dengan pengelolaan yang baik, kami optimistis dalam tiga tahun ke depan target SINTA dapat terpenuhi. Mari kita bekerja bersama dengan langkah-langkah yang terukur agar hasilnya betul-betul nyata," pungkasnya.
Turut hadir dalam audiensi tersebut jajaran DPP KCBI, yakni Ketua Umum DPP KCBI Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera/Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., M.Pd.B., BKP; Sekretaris Jenderal DPP KCBI Bapak Willy Wiyatno, Ph.D.; Bendahara Umum DPP KCBI Bapak Kenneth Suhadi Purnama, M.M.; Ketua Dewan Pakar DPP KCBI Bapak Prof. Idris Gautama So, S.E., S.Kom., M.M., M.B.A., Ph.D.; Wakil Ketua Pelaksana Harian DPP KCBI Ibu Jessica Laurensia, S.I.Kom.; Ketua Bidang Teknologi Informasi DPP KCBI Bapak Jaka Hartanto, S.Kom., M.M.; Ketua Bidang Pendidikan DPP KCBI Ibu Dr. Jeni Harianto, M.Pd.; Deputi Bidang Publikasi DPP KCBI Bapak Winson; Deputi Bidang Budaya DPP KCBI Romo Mettiko; Editor-in-Chief Teratai Cendekia Bapak Riki, S.Kom., M.Kom., Ph.D.; Deputi Bidang Koperasi dan UMKM DPP KCBI Bapak Jonatan Wijaya, S.M.; Ibu Alisa, S.Ak.; serta Deputi Bidang Komunikasi Eksternal DPP KCBI Bapak Irvan Sunardi, S.Kom., M.M.
KCBI