Berita
HUT ke-32 KCBI: Menguatkan Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Saturday, 19 September 2026 04:00
Tangerang, 19 September 2026 — Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 dengan menggelar rangkaian kegiatan bertema “Dharma Agama & Dharma Negara: Bersama Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” di Universitas Buddhi Dharma (UBD), Tangerang. Momentum 32 tahun perjalanan KCBI menjadi ruang refleksi sekaligus peneguhan komitmen organisasi dalam membangun tradisi kecendekiawanan Buddhis yang berpijak pada nilai-nilai Dharma, ilmu pengetahuan, karya, dan pengabdian bagi masyarakat serta bangsa. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne KCBI, dan Mars Universitas Buddhi Dharma, kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka dan blessing oleh Y.M. Bhiksu Manggala Sasana Mahasthavira/Suhu Xue An, sebagai pembuka rangkaian peringatan HUT ke-32 KCBI.
Peringatan HUT ke-32 KCBI dihadiri berbagai unsur pemerintah, Sangha, akademisi, tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, serta mitra KCBI. Hadir di antaranya Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI Dr. Triroso, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.; Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Dharmapala Nusantara Kevin Wu, S.E., M.H.; Anggota DPRD Tangerang sekaligus Deputi Bidang Pengembangan Daerah KCBI Christian Lois, S.T.; Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang Sigit Prajoko, S.Ag.; The Venerable Khenchen Karma Tenzin Rinpoche; Ketua Umum KCBI Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera/Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., M.Pd.B., BKP.; Ketua Pelaksana sekaligus Rektor Universitas Buddhi Dharma Assoc. Prof. Dr. Limajatini, S.E., M.M., B.K.P., C.T.C., C.M.A.; Sekretaris Jenderal WALUBI Y.M. Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera; Rektor Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya sekaligus Dewan Pakar KCBI Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd.; Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Dr. Zainun Nasihah; Ketua Umum Gerakan Pembumian Pancasila Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si.; Sekretaris Jenderal Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia Drs.Benyamin Patondok, M.M.; Kepala Departemen Kerja Sama Luar Negeri Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia Siuaji Raja; Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Ferdi Tulis, S.I.P,. M.H.; Ketua Umum Perkumpulan Boen Tek Bio Dr. Ruby Santamoko, S.Ag., M.M.Pd., M.M.; Ketua Dewan Pakar KCBI Prof. Idris Gautama So, S.E., S.Kom., M.M., M.B.A., Ph.D.; serta Presiden Direktur Maybank Finance sekaligus Dewan Pakar KCBI Dr. Alexander, S.E., M.M., CDMS. Turut hadir jajaran DPD WALUBI, Young Buddhist Association, DPD KCBI, KMB Dhammavaddhana Universitas Bina Nusantara, KMB Jaya Manggala Universitas Buddhi Dharma, serta para tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut turut mencerminkan semangat kebersamaan, dialog, dan kolaborasi lintas lembaga serta lintas agama dalam momentum 32 tahun perjalanan KCBI.
Ketua Pelaksana sekaligus Rektor Universitas Buddhi Dharma, Assoc. Prof. Dr. Limajatini, S.E., M.M., B.K.P., C.T.C., C.M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. “Sebagai umat Buddha sekaligus warga negara Indonesia, kita memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjalankan Dharma Agama dan Dharma Negara secara seimbang,” ujarnya. Menurutnya, Dharma Agama menjadi landasan dalam membina moral, kebijaksanaan, dan kasih sayang kepada sesama, sedangkan Dharma Negara diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, kedamaian, serta mendorong kemajuan bangsa. Ia juga menegaskan pentingnya peran KCBI dalam menghadirkan pemikiran yang relevan dengan perkembangan zaman. “Melalui peranan Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI), kita diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran yang konstruktif serta wawasan intelektual yang berlandaskan nilai-nilai Buddhis untuk menjawab berbagai tantangan zaman,” tuturnya.
Selanjutnya, Ketua Umum Perkumpulan Boen Tek Bio, Dr. Ruby Santamoko, S.Ag., M.M.Pd., M.M., menyoroti pentingnya kecendekiawanan yang diwujudkan melalui karya akademik dan penelitian. “Kalau kita ingin jadi cendekiawan, maka mau tidak mau harus ada paper yang dihasilkan. Harus ada penelitian yang dihasilkan,” tuturnya. Ia juga menyampaikan harapannya agar KCBI menjadi organisasi cendekiawan yang semakin dekat dengan realitas dan kebutuhan masyarakat dengan menegaskan, “Saya ingin KCBI membumi.” Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ruby Santamoko juga berharap kolaborasi antara KCBI dan Universitas Buddhi Dharma terus berkembang, serta menyampaikan apresiasi atas dukungan KCBI kepada UBD.
Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera/Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., M.Pd.B., BKP, kemudian merefleksikan perjalanan organisasi selama 32 tahun. “Selama 32 tahun ini banyak sekali aral yang merintang, tetapi atas persatuan daripada pengurus, akhirnya semua itu bisa kita lalui dengan baik,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa Dharma Agama harus menjadi landasan untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi semua makhluk. KCBI, lanjutnya, telah menjalankan berbagai karya, antara lain program Certified Communicator Dharmaduta yang telah diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta pengembangan jurnal yang diharapkan bermanfaat bagi peneliti, mahasiswa, dan masyarakat. “Semoga KCBI terus berkembang karena dengan adanya ilmu pengetahuan, kita bisa berkarya. Dengan karya, kita bisa menolong banyak orang lain dan di situlah semua makhluk bisa bahagia,” tuturnya.
Mewakili pemerintah, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Dr. Triroso, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi KCBI sebagai wadah intelektual, akademisi, dan cendekiawan Buddhis. Ia menyebut KCBI telah memainkan peran strategis dalam menjembatani nilai-nilai luhur Buddha Dhamma dengan kemajuan peradaban bangsa. “Cendekiawan harus senantiasa menjadi suluh yang memberikan kejernihan berpikir, menebarkan cinta kasih, serta merajut keharmonisan antarsesama,” ujarnya. Memasuki usia ke-32, ia berharap KCBI terus bertransformasi menjadi motor penggerak inovasi, konsisten mengedukasi umat, serta memperkuat implementasi moderasi beragama di tengah kemajemukan Indonesia. Ia juga mendorong penguatan sinergi antara KCBI, Kementerian Agama, dan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia umat Buddha yang unggul, berkarakter, dan bermaslahat bagi bangsa dan negara.
Dimensi intelektual peringatan HUT ke-32 KCBI diperdalam melalui Kuliah Umum bersama The Venerable Khenchen Karma Tenzin Rinpoche dan Prof. Idris Gautama So, S.E., S.Kom., M.M., M.B.A., Ph.D., yang dimoderatori oleh Dr. Serius Zebua, S.Pd., M.Pd. Khenchen Karma Tenzin Rinpoche membawakan tema “Dharma Agama sebagai Landasan Moral Bangsa”, yang mengulas makna Dharma dalam ajaran agama dan relevansinya dengan kehidupan berbangsa, termasuk agama sebagai sumber nilai kejujuran, integritas, dan keadilan. Sementara itu, Prof. Idris Gautama So mengangkat tema “Sinergi Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Makmur”, dengan pembahasan mengenai etos kerja berbasis nilai agama bagi kemajuan ekonomi bangsa serta refleksi ajaran Buddha dalam kehidupan dan pengabdian. Rangkaian kecendekiawanan tersebut diperkuat melalui peluncuran Jurnal KCBI “Teratai Cendekiawan”, dengan menghadirkan Jaka Harianto, S.Kom., M.M. dan Dr. Jeni Harianto, S.Pd., M.Pd., sebagai bagian dari komitmen KCBI dalam mengembangkan literasi, penelitian, dan tradisi keilmuan.
Momentum HUT ke-32 KCBI juga diisi dengan penyerahan CSR berupa perangkat PC dari PT Berca Handayaperkasa kepada KCBI, yang selanjutnya diserahkan oleh KCBI kepada Universitas Buddhi Dharma untuk mendukung sarana pendidikan dan kegiatan akademik. Pada kesempatan yang sama, KCBI turut menyerahkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada Universitas Buddhi Dharma sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan fasilitas yang berorientasi pada keberlanjutan. Momentum tersebut turut ditandai dengan penandatanganan frame kanvas oleh Ketua Umum KCBI, Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera/Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., M.Pd.B., BKP bersama Rektor Universitas Buddhi Dharma, Assoc. Prof. Dr. Limajatini, S.E., M.M., B.K.P., C.T.C., C.M.A., sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama antara KCBI dan UBD.
Puncak peringatan HUT ke-32 KCBI ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum KCBI, Y.M. Bhikkhu Dhammavuddho Thera/Victor Jaya Kusuma, S.Kom., M.M., M.Pd.B., BKP, yang berlangsung dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan bersama para tokoh serta tamu undangan. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada Rektor Universitas Buddhi Dharma Assoc. Prof. Dr. Limajatini, S.E., M.M., B.K.P., C.T.C., C.M.A., Ketua Umum Gerakan Pembumian Pancasila Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si., serta perwakilan pengurus KCBI. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan 32 tahun KCBI sekaligus kebersamaan dan semangat untuk melanjutkan pengabdian organisasi. Memasuki usia ke-32, KCBI meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan kecendekiawanan yang berpijak pada nilai Dharma, bertumbuh melalui ilmu pengetahuan, diwujudkan dalam karya, serta diabdikan bagi kemanusiaan dan kemajuan Indonesia. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kebersamaan dan ramah tamah antara keluarga besar KCBI dan seluruh tamu undangan.
KCBI