Berita
Dipuji Dirjen Buddha dan Bhikkhu Senior, Carren Chaterina Buat Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat Bogor ke Panggung Nasional
Wednesday, 11 June 2025 10:00
Ratusan umat Buddha membanjiri Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam perayaan Waisak 2569 B.E. pada Sabtu, 24 Mei 2025. Dipandu oleh Eric Fernando sebagai pembawa acara, peringatan hari suci umat Buddha ini dimulai sejak pukul 08.20 WIB dan berlangsung penuh makna. Ketua Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat Bogor Carren Chaterina, tampil sebagai sosok sentral yang tak hanya memimpin tetapi juga menyuntikkan semangat dalam setiap prosesi, membuat nama beliau menjadi perbincangan hangat di antara umat dan tamu undangan.
Acara dibuka dengan ritual Pindapatta kepada lima Bhikkhu Sangha, yakni YM. Luang Phor Sombat Pavitto Mahathera (84 tahun – 57 vassa), Bhante Subin (29 vassa), Bhante Tanaphon (20 vassa), Bhante Chanon (6 vassa), dan Bhante Yuthana (5 vassa). Prosesi ini disambut penuh hormat oleh umat dari berbagai daerah yang datang secara khusus, termasuk dari Vihara Amurwa Bhumi Cibinong Bogor, Vihara Gayatri Cilangkap Depok, Cetiya Bakti Lautan Kasih, Vihara Sian Jin Ku Poh Tonjong, serta Vihara Buddha Loka Karawang dan Komunitas Katannu Katavedi Karawang.
Penampilan tari piring oleh anak-anak Panti Asuhan Teratai Kasih mencuri perhatian dengan gerak penuh makna dan ekspresi kebajikan. Paduan suara mereka yang menyanyikan lagu “Ayah-Ibu” dan “Malam Suci Waisak” menambah nuansa haru. Usai pertunjukan, dilanjutkan prosesi penyalaan lilin panca warna serta persembahan sarana puja ke altar: dupa, lilin, bunga, buah, air, dan manisan, yang memperkuat suasana sakral dan kontemplatif.
Dalam sambutannya, Carren Chaterina menegaskan bahwa Waisak bukan sekadar ritual, tetapi momentum untuk menyatukan umat lintas usia dan latar belakang. “Kami ingin Vihara ini menjadi rumah batin bagi siapa pun yang menabur kebajikan, dan ruang tumbuh untuk kaum muda Buddhis,” katanya, disambut tepuk tangan hangat. Sementara itu, Pembina Vihara, Bapak Andrey Nataldy, menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam membangun komunitas Buddhis yang mandiri dan dinamis.
Dirjen Bimas Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd., yang hadir langsung dalam acara, menyampaikan harapannya agar perayaan seperti ini memperkuat peran umat Buddha dalam pembangunan bangsa. “Ritual harus bersanding dengan kontribusi sosial. Kehadiran umat Buddha harus nyata terasa dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan resmi. Ia juga menerima cendera mata simbolis dari panitia penyelenggara.
Sejumlah tokoh penting turut menyemarakkan acara, antara lain Pembimas Buddha Jawa Barat Bodhi Giri Ratana, Penyelenggara Buddha Bogor Handrian Widjaya, serta pemimpin puja Romo Ali Sasana Putra, M.Pd. dan Romo Suliyanta. Umat dari berbagai vihara dan komunitas hadir menunjukkan solidaritas membuktikan bahwa semangat Waisak mampu melintasi batas wilayah dan organisasi.
Puncak spiritualitas acara terletak pada Dhammadesana yang disampaikan YM. Luang Phor Sombat Pavitto Mahathera, dan sesi blessing yang diiringi pembacaan paritta pembuka dan penutup. Dana makan siang kepada para Bhikkhu dilanjutkan makan siang bersama umat. Bazar UMKM bertajuk “Pelita Talenta Berdaya” menambah dimensi pemberdayaan ekonomi lokal dalam perayaan keagamaan ini.
Perayaan Waisak 2025 di Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat bukan hanya menyajikan kekayaan ritual, tapi juga membingkai spiritualitas dalam format sosial dan budaya yang inklusif. Sosok Carren Chaterina dinilai sukses menjadikan momentum ini sebagai titik temu antara tradisi dan visi masa depan Buddhisme Indonesia.
KCBI