Memuat

Harap tunggu beberapa saat
kami menyiapkan semuanya untuk Anda!

Berita

Ketua Umum WALUBI Hartati Murdaya Hadiri Ritual Apihoma di Borobudur, Ribuan Umat Ikut Serta

Saturday, 28 June 2025 08:00

Candi Borobudur kembali menjadi saksi kebangkitan spiritual umat Buddha Tantrayana lewat Upacara Apihoma Tantrayana Zhenfozong Borobudur 2025. Ritual api suci ini tidak hanya menyedot ribuan peserta dari berbagai daerah, namun juga dihadiri langsung oleh tokoh nasional Ketua Umum DPP WALUBI, Ibu Dra. S. Hartati Murdaya, yang kehadirannya menambah kekhidmatan dan kekuatan simbolik acara tersebut.

 

Upacara akbar yang diselenggarakan oleh Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfozong Kasogatan Indonesia (ZFZ Kasogatan) bersama Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia (Madha Tantri) ini berlangsung di Lapangan Kenari, kompleks Candi Borobudur pada hari Sabtu, 28 Juni 2025.

 

Upacara dwi-tahunan ini mengusung ritual persembahan melalui media api yang merupakan ritual khas agama Buddha Tantrayana, di mana semua bahan sesaji disucikan

dalam api untuk dipersembahkan kepada para makhluk suci. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan bulan sakral Suro tahun 1959 dalam penanggalan Jawa, menandai

harapan mulia membangkitkan kembali ajaran Tantra di Jawa dan mewujudkan Borobudur sebagai pusat ziarah bagi umat Buddhis Asia Tenggara.

 

Apihoma kali ini mengusung adinata Vajrasattva, sesosok Bodhisattva yang dipuja semua siswa Tantra untuk menyucikan diri dari karma buruk sebelum menapak ke ritual tahap yang lebih dalam. Persembahan api digelar di empat tungku yang menghadap ke empat

penjuru mata angin. Api suci dikobarkan di empat penjuru arah mata angin dengan membawa doa-doa pemurnian dari Bodhisatwa Vajrasattva. “Kami memanjatkan doa agar bangsa Indonesia damai, sejahtera, dan terbebas dari mara bahaya,” ujar Acarya Lian Fei, pemimpin upacara dan Sangha utama dalam Apihoma .

 

Dalam sambutannya, Ibu Hartati Murdaya menyatakan kebanggaannya bahwa Borobudur, warisan dunia yang sakral, menjadi pusat ibadah umat Buddha Indonesia dan dunia. “Kepada umat Buddha untuk terus beramal serta mengemukakan bahwa hendaknya Apihoma dapat terus diselenggarakan dengan harapan agar kondisi dunia juga Indonesia saat ini segera tenang, maju, dan kembali aman seterusnya,” tegasnya.

 

Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Bapak Nyoman Suriadarma, juga mengungkapkan harapan besar agar tradisi Apihoma tidak berhenti hanya dua kali ini saja. “Kami tentu mendukung dan mengajak agar ada yang ketiga, keempat, dan seterusnya,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Detik Jateng.

 

Lebih dari seribu umat dari luar negeri maupun dalam negeri termasuk berbagai kota seperti Lampung, Jakarta, Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, Semarang, Temanggung, Salatiga, serta Malang hadir mengenakan pakaian adat dan penuh semangat spiritual. Acara dibuka dengan sendratari Vajrapuja oleh anak-anak Sekolah Minggu Prajna Bakti dan ditutup dengan pradaksina, yaitu mengelilingi Candi Borobudur searah jarum jam.

 

Wakil Ketua Panitia yang juga Ketua DPD WALUBI Jawa Tengah Bapak Tanto Soegito Harsono, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, dan Taman Wisata Candi atas dukungan nyata terhadap upacara ini. “Borobudur bukan hanya simbol sejarah, tapi juga energi spiritual yang hidup dan terus menghidupkan nilai-nilai Dharma di negeri ini,” tutupnya dengan penuh makna.