Berita
Ketua DPD KCBI Banten Dr. Th. Yuriani Zhang, M.Pd. Sentuh Hati Warga Binaan, Tebarkan Dharma dan Harapan di Lapas Narkotika Cipinang
Wednesday, 12 November 2025 12:00
Ketua DPD Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) Provinsi Banten Ibu Dr. Th. Yuriani Zhang, M.Pd., membawakan Sharing Dharma dan layanan konseling bertajuk “Dharma Buddha Menebarkan Jalan Kebahagiaan bagi Semua Makhluk” di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (11/11/2025). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan suasana hangat, penuh refleksi, dan menggugah kesadaran spiritual para warga binaan.
Dalam sesi tersebut, Dr. Yuriani mengajak peserta memahami bahwa setiap kesalahan hidup dapat menjadi titik balik menuju kebijaksanaan. “Dharma mengajarkan bahwa penderitaan bukan hukuman, tetapi guru kehidupan yang menuntun kita untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya dengan nada lembut namun tegas. Pesan ini disambut penuh haru oleh warga binaan yang merasa mendapatkan semangat baru untuk melangkah ke depan.
Sebagai Konselor Psikologi Klinis dan Theolog Konseling, Dr. Yuriani juga memberikan sesi konseling pribadi untuk membantu para peserta menemukan kembali makna hidup dan berdamai dengan diri sendiri. “Proses penyembuhan batin dimulai saat kita berhenti menyalahkan diri, dan mulai menumbuhkan kasih pada diri sendiri,” katanya. Pendekatan ini membuat peserta merasa diterima dan termotivasi untuk memperbaiki masa depan.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen KCBI dalam memperluas manfaat Dharma ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Di bawah kepemimpinan Dr. Yuriani Zhang, DPD KCBI Banten aktif menyelenggarakan program sosial, pendidikan, dan konseling spiritual yang menumbuhkan nilai-nilai metta (cinta kasih) dan karuna (welas asih).
Dengan latar belakang akademik sebagai Kaprodi Pendidikan Psikologi Konseling Buddha STABN Sriwijaya, Dr. Yuriani Zhang terus menjadi teladan bagi banyak kalangan. Melalui Dharma dan pendekatan psikologis yang manusiawi, ia menunjukkan bahwa setiap hati, sekecil apa pun harapannya, tetap dapat disinari oleh cahaya kebijaksanaan Buddha.
KCBI