Berita
Kebersamaan Adalah Kekuatan, KCBI Gelar Rapat Kerja Dewan Pakar dan Dewan Pengurus Pusat 2024–2029
Saturday, 25 October 2025 01:00
Kebersamaan Adalah Kekuatan, KCBI Gelar Rapat Kerja Dewan Pakar dan Dewan Pengurus Pusat 2024–2029
Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) menggelar Rapat Kerja Dewan Pakar dan Dewan Pengurus Pusat masa bakti 2024–2029 di Ruang Lawu 1, Gedung Pusat Niaga Lantai 6, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025. Dengan tema “Kebersamaan Adalah Kekuatan: Dari Hati untuk KCBI”, kegiatan ini memperkuat sinergi antarbidang dan mempertegas arah kerja organisasi dalam lima tahun mendatang sebagai wadah intelektual Buddhis yang berperan aktif dalam pembangunan nasional.
Ketua Umum DPP KCBI YM. Bhikkhu Dhammavuddho Thera dalam sambutannya menegaskan pentingnya semangat kolektif dan ketulusan hati dalam menjalankan amanah organisasi. “KCBI bukan hanya kumpulan individu cendekiawan, melainkan keluarga besar yang bergerak bersama untuk kemajuan bangsa. Kebersamaan dan ketulusan adalah kekuatan utama yang menjaga kita tetap selaras dalam Dharma,” ujarnya.
Rapat kerja yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 17.30 WIB ini diisi dengan pemaparan program kerja dari 10 bidang di lingkungan DPP KCBI, yaitu:
1.Bidang Pendidikan
2.Bidang Pengembangan dan Pelatihan
3.Bidang Pengembangan Agama Buddha
4.Bidang Media dan Komunikasi
5.Bidang Teknologi Informasi
6.Bidang Hubungan Antar Lembaga
7.Bidang Kesehatan dan Sosial
8.Bidang Organisasi
9.Bidang Pertanian dan Lingkungan Hidup
10.Bidang Ekonomi
Masing-masing bidang menyampaikan rencana strategis, arah kebijakan, serta sinergi program lintas bidang untuk memperkuat peran KCBI sebagai jembatan antara intelektualitas dan spiritualitas Buddhis di Indonesia.
Prof. Idris Gautama So, S.E., S.Kom., M.M., M.B.A., Ph.D., selaku Ketua Dewan Pakar KCBI menyampaikan bahwa rapat kerja ini merupakan manifestasi profesionalisme dan arah baru organisasi. “Kami ingin memastikan setiap langkah KCBI berbasis riset, kolaborasi, dan kebermanfaatan nyata. Intelektualitas Buddhis harus menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang beretika dan berwawasan luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Keni, S.E., M.M. menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berpihak pada nilai-nilai kebersamaan. “Kebersamaan adalah energi yang menyatukan hati dan pikiran. Dari sinilah muncul gagasan-gagasan besar yang bisa membawa KCBI berperan lebih aktif, tidak hanya di lingkup Buddhis tetapi juga dalam kontribusi sosial dan kebangsaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Liliawati Kurnia, M.A. mengingatkan agar nilai welas asih tetap menjadi napas dalam setiap kegiatan KCBI. “Intelektual Buddhis tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaannya. Pengetahuan harus disertai kebijaksanaan dan kasih, agar setiap program membawa manfaat bagi sesama,” ucapnya.
Rapat kerja ditutup dengan tanggapan dari Ketua Umum DPP KCBI YM. Bhikkhu Dhammavuddho Thera, doa penutup, serta foto bersama seluruh peserta. Sekretaris Jenderal KCBI Willy Wiyatno, Ph.D. menegaskan, “Tema ‘Dari Hati untuk KCBI’ bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama untuk menjaga semangat kebersamaan, memperkuat integritas, dan menjadikan KCBI lebih solid, maju, serta relevan bagi Indonesia.”
KCBI