Berita
Gubernur BI dan Menteri Agama Hadiri Puncak Festival BI Religi 2025, Undang Ketua Dewan Pakar DPP KCBI Prof. Idris Gautama So sebagai Narasumber
Tuesday, 9 December 2025 12:00
Bank Indonesia menggelar Festival Bank Indonesia Religi (FASBIRI) 2025 dengan menghadirkan Dialog Tokoh Spiritual Leadership pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Function Room Gedung Thamrin Lt. 4, Bank Indonesia, Jakarta. Acara ini mengusung tema “Meneguhkan Kepemimpinan Spiritual Bagi Negeri yang Sejahtera dan Berkah” dan menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama serta pimpinan tinggi lembaga negara. Acara dibuka dengan sambutan Gubernur Bank Indonesia Bapak Perry Warjiyo, disusul sambutan Menteri Agama RI Bapak Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.
Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia Bapak Perry Warjiyo menekankan bahwa spiritualitas merupakan pondasi karakter yang tidak dapat dipisahkan dari profesionalitas dan integritas seorang pemimpin. “Kepemimpinan yang kokoh lahir dari hati yang bening. Spiritualitas adalah energi moral yang menuntun insan Bank Indonesia agar bekerja bukan hanya dengan kecerdasan, tetapi dengan keikhlasan dan keberkahan,” ujarnya. Perry menegaskan bahwa FASBIRI bukan sekadar acara seremonial, tetapi proses memperkuat nilai-nilai ilahiah dalam budaya kerja Bank Indonesia.
Sementara itu, Menteri Agama Bapak Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap agama mengajarkan nilai kemanusiaan universal yang harus menjadi landasan bagi pemimpin bangsa. “Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar kebutuhan akan kejernihan spiritual. Pemimpin yang baik bukan hanya menguasai teknis, melainkan memahami nilai keadilan, welas asih, dan moderasi. Forum seperti ini penting untuk menyatukan energi lintas agama demi persatuan Indonesia,” tutur Menteri Agama.
Dialog lintas agama FASBIRI 2025 menghadirkan empat tokoh nasional sebagai narasumber. Dari tokoh Islam hadir Drs. K.H. Abdul Manan Ghani, M.M., selaku Ketua Bidang Dakwah MUI Pusat. Tokoh Kristen diwakili oleh Pdt. Jacklevyn Frits Manusawari yang merupakan Ketua Umum PGI. Tokoh Hindu diwakili oleh Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya yakni Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat. Dari tokoh Buddhis, turut hadir Prof. Idris Gautama So, S.E., S.Kom., M.M., M.B.A., Ph.D. sebagai Ketua Dewan Pakar DPP Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI), yang diundang secara khusus oleh Bank Indonesia.
Jalannya dialog dipandu oleh dua moderator dari Bank Indonesia, yaitu Bapak Safari Kasiyanto yang merupakan Direktur Departemen Hukum BI, serta Ibu Ruth A. Cussoy Intama selaku Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI. Keduanya memastikan diskusi berlangsung mendalam, terarah, dan relevan dengan penguatan karakter kepemimpinan di lingkungan Bank Indonesia.
Kehadiran Prof. Idris Gautama So menjadi salah satu titik perhatian utama mengingat kepakarannya dalam kepemimpinan lintas disiplin, mindfulness, dan nilai moral Buddhis. Panitia FASBIRI 2025 menyampaikan bahwa narasumber dipilih berdasarkan kapasitas spiritual dan kontribusi kebangsaan masing-masing tokoh. “Prof. Idris memiliki pandangan yang kuat tentang etika, kebijaksanaan, dan kolaborasi lintas iman ini sangat relevan bagi lingkungan kerja Bank Indonesia,” ungkap Ketua Panitia FASBIRI 2025 Bapak Galih Pradhono.
Dalam pemaparannya, Prof. Idris menegaskan pentingnya mindfulness sebagai fondasi utama seorang pemimpin dalam mengelola diri dan lingkungan. Ia memaparkan nilai-nilai Dasa Raja Dhamma, sepuluh prinsip kepemimpinan luhur dalam Buddhisme yang menekankan welas asih, kejujuran, pengendalian diri, dan kebijaksanaan. “Pemimpin yang hadir dengan kesadaran penuh adalah pemimpin yang mampu melihat lebih jernih, lebih adil, dan lebih manusiawi. Dasa Raja Dhamma memberikan arah moral agar setiap keputusan dilandasi kebajikan,” ujar Prof. Idris Gautama So.
Kehadiran KCBI juga diperkuat oleh para pengurus pusat yang turut memberikan dukungan moral. Hadir Ketua Harian DPP KCBI Bapak Eric Fernardo, S.I.P., M.Si.; Deputi Publikasi Bapak Winson; serta Sekretaris Eksekutif DPP KCBI Bapak Buana Bhakti Al-Fatah, S.P. Mereka menyampaikan bahwa undangan Bank Indonesia menjadi bentuk penghargaan terhadap guru - guru spiritual yang membantu pengembangan spiritualitas pegawai Bank Indonesia. “Keterlibatan tokoh Buddhis dalam forum nasional ini menunjukkan bahwa nilai-nilai welas asih dan kebijaksanaan sangat dibutuhkan dalam pembangunan bangsa,” ujar Eric Fernardo.
Dengan menghadirkan pemimpin lintas agama dan pejabat tinggi negara, Festival Bank Indonesia Religi (FASBIRI) 2025 diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai spiritual leadership di Bank Indonesia. Bank Indonesia berharap nilai-nilai moral universal ini dapat menuntun insan BI dalam berkarya untuk negeri yang lebih damai, sejahtera, dan diberkahi.
KCBI